Setelah Bisnis Proses, lalu apa?

5 Apr
“Saya telah menyusun Bisnis Proses dan telah mendapatkan pengesahan dari top management / direktur, lalu apa tindakan selanjutnya?”

Salah satu syarat utama implementasi ISO 9001:2000 adalah penyusunan alur proses / bisnis proses di perusahaan anda. Banyak kalangan pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) bertanya mengenai tindakan selanjutnya. Jika ingin memenuhi persyaratan secara berurutan maka harus dipersiapkan :

  1. Kebijakan Mutu.
  2. Sasaran Mutu.
  3. Panduan Mutu.
  4. Prosedur Kerja.
  5. Instruksi Kerja.
  6. Form / Dokumen – dokumen Kerja.
  7. Dokumen – dokumen Eksternal (yang tercatat dan terkontrol).


Kebijakan Mutu disusun dan ditetapkan oleh top management (tingkat Direktur atau Pemilik). Kebijakan Mutu ini merupakan arahan dan acuan awal atas Sistem Manajemen Mutu yang akan kita implementasikan di perusahaan kita. Berdasarkan pasal 5 ayat 3 dalam Panduan ISO 9001:2000, Kebijakan Mutu berisikan hal – hal sebagai berikut :

  • Maksud dan tujuan yang sebenarnya dari berdirinya perusahaan / organisasi.
  • Terdapat komitmen untuk mentaati persyaratan – persyaratan dan terus melakukan pengembangan demi efektifitas Sistem Manajemen Mutu di perusahaan / organisasi.
  • Terdapat kerangka untuk mencapai dan meninjau Sasaran Mutu (Sasaran – saran yang ingin dicapai) oleh organisasi / perusahaan.

Dua hal penting lainnya adalah bahwa Kebijakan Mutu tersebut harus disosialisasikan ke seluruh pekerja dalam organisasi / perusahaan dan Kebijakan ini harus ditinjau agar tetap selaras dengan visi dan misi organisasi / perusahaan.

Agar tidak terlalu pusing memikirkan isi dari Kebijakan Mutu, saya memiliki satu contoh Kebijakan Mutu pada IKM pembuat sub part otomotif roda dua. Berikut adalah isi Kebijakan Mutu mereka :

KEBIJAKAN MUTU

  1. Meningkatkan kepuasan pelanggan dengan inovasi, pelayanan tercepat dan kualitas terbaik.
  2. Berpedoman pada Panduan Mutu perusahaan dalam menerapkan Sistem Manajemen Mutu di perusahaan.
  3. Berkomitmen melakukan peningkatan terus menerus dan konsisten dalam pelaksanaan Sistem Manajemen Mutu di perusahaan.
  4. Meningkatkan produktifitas kerja dan produktifitas manufaktur demi peningkatan kepuasan pelanggan dan pasar.

Untuk bentuk Kebijakan Mutu tidak ada yang standar, ISO 9001:2000 hanya menuntut bahwa organisasi / perusahaan harus memiliki Kebijakan Mutu. Setelah Kebijakan Mutu maka Sasaran Mutu perlu disusun, anda dapat membacanya pada artikel berikutnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: